Logo Palang Merah IndonesiaKSR PMI
Rentang Sejarah: 1859 — kini

Jejak kemanusiaan / Sejarah kita

Dari kepedulian, lahir pengabdian.

Sejarah KSR PMI Unit Universitas Telkom

Dari Solferino dan berdirinya Palang Merah Indonesia, hingga empat unit asal di kampus Telkom: KSR STT Telkom, MRC IM Telkom, KSR Politeknik Telkom, dan KSR STISI Telkom.

Bagian 01

Dari medan perang, untuk kemanusiaan.

Ikuti kisahnya. Pilih babak dan dengarkan narasi dalam bahasa pilihanmu.

Perjalanan kemanusiaan11 babak 1859 — kini
01 / 11

24 Juni 1859

Pertempuran Solferino

Pertempuran Italia utara; sekitar 40.000 tewas atau terluka; bantuan medis kurang.

Pilih dari 11 babak perjalanan01 : Pertempuran Solferino
Suara opsional · pilih bahasa

Narasi24 Juni 1859. Di Solferino, puluhan ribu prajurit terluka tanpa bantuan medis.

Bagian 02

Perjalanan kemanusiaan, dari masa ke masa.

Dari Solferino hingga kampus Telkom, setiap tonggak meneruskan semangat menolong sesama.

  1. TONGGAK 01
    24 Juni 1859

    Pertempuran Solferino

    Pertempuran Italia utara; sekitar 40.000 tewas atau terluka; bantuan medis kurang.

  2. TONGGAK 02
    24–25 Juni 1859

    Pertolongan di Castiglione

    Dunant dan warga merawat korban tanpa membedakan pihak; Tutti fratelli.

  3. TONGGAK 03
    1862

    Sebuah ingatan, sebuah gagasan

    A Memory of Solferino; usulan relawan dan kesepakatan internasional.

  4. TONGGAK 04
    17 Februari 1863

    Komite Lima di Jenewa

    Dunant, Moynier, Dufour, Maunoir, Appia; cikal bakal ICRC.

  5. TONGGAK 05
    Agustus 1864

    Konvensi Jenewa pertama

    Kesepakatan perlindungan korban perang dan lambang pelindung.

  6. TONGGAK 06
    1945–1950

    Palang Merah Indonesia

    Berdiri 17 Sept 1945; Keppres 25/1950; anggota federasi 1950.

  7. TONGGAK 07
    1995

    Relawan tumbuh di kampus

    Kerja sama Mendikbud–PMI membuka jalan unit KSR kampus.

  8. TONGGAK 08
    1997–1998

    Akar pertama: STT Telkom

    23 Nov 1997, Arief Wibowo sementara; 1998 Ading Fardhiansyah; kemudian nama ITTelkom.

  9. TONGGAK 09
    22 April 2008

    KSR Politeknik Telkom

    Tujuh pendiri; Biyan Septyan; dukungan ITTelkom.

  10. TONGGAK 10
    2012–2013

    KSR STISI Telkom / TCIS

    Tim medis ospek STISI 2012; 29 Sept 2013 sembilan perintis dilantik; dukungan dua unit terdahulu.

  11. TONGGAK 11
    Kini

    Empat akar, satu pengabdian

    Empat unit asal: KSR STT Telkom (Institut Teknologi Telkom), MRC IM Telkom (Institut Manajemen Telkom), KSR Politeknik Telkom, dan KSR STISI Telkom (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom).

Bagian 03

Empat Akar Relawan di Kampus Telkom

Berawal dari empat unit kampus, tumbuh dalam satu semangat pengabdian.

Kronologi pertumbuhan unit

  1. TONGGAK 01
    1995

    Kerja sama Mendikbud–PMI

    Pendirian KSR Perguruan Tinggi menjamur di Indonesia, membuka jalan bagi unit di kampus Telkom.

  2. TONGGAK 02
    1997

    KSR PMI Unit STT Telkom

    23 November, lahir melalui upacara dengan kepengurusan sementara dikomandani Arief Wibowo.

  3. TONGGAK 03
    1998

    Kepengurusan tetap pertama

    Ading Fardhiansyah memimpin hingga Juni 2000, dilanjutkan periode-periode berikutnya.

  4. TONGGAK 04
    2008

    KSR Politeknik Telkom

    22 April, dibentuk tujuh mahasiswa dengan komandan pertama Biyan Septyan.

  5. TONGGAK 05
    2012

    Tim medis ospek STISI

    STISI Telkom meminta bantuan tim medis, memicu pembentukan unit KSR baru.

  6. TONGGAK 06
    2013

    KSR PMI Unit TCIS

    29 September, sembilan anggota perintis dilantik setelah DIKLATSAR dan PPD perintis.

Empat akar, satu pengabdian

  • 1997Akar 01

    KSR STT Telkom

    Institut Teknologi Telkom. Berganti nama menjadi KSR PMI Unit IT Telkom pada Musyawarah Anggota ke-10.

  • —Akar 02

    MRC IM Telkom

    Institut Manajemen Telkom. Salah satu dari empat unit asal; tahun pendirian belum dicantumkan.

  • 2008Akar 03

    KSR Politeknik Telkom

    Tujuh mahasiswa, komandan pertama Biyan Septyan.

  • 2013Akar 04

    KSR STISI Telkom

    Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom. Dalam arsip disebut TCIS; sembilan perintis dilantik 29 September 2013.

Empat akar, satu pengabdian

KSR PMI Unit Universitas Telkom

Satu korps relawan yang memadukan pengabdian KSR STT Telkom (Institut Teknologi Telkom), MRC IM Telkom (Institut Manajemen Telkom), KSR Politeknik Telkom, dan KSR STISI Telkom (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom) di bawah naungan Universitas Telkom.

Bagian 04

Naskah Sejarah & Rujukan Resmi

DIVERIFIKASI DARI ARSIP UNIT & ICRC / PMI

Arsip Dokumen Sejarah

Naskah lengkap perjalanan kepalangmerahan dan pembentukan unit di Universitas Telkom.

Halaman ini menelusuri dua lapis sejarah. Lapis pertama adalah kelahiran Gerakan Palang Merah dan Palang Merah Indonesia. Lapis kedua adalah perjalanan empat unit asal di lingkungan kampus Telkom sebelum penyatuan menjadi KSR PMI Unit Universitas Telkom.

Akar gerakan kemanusiaan

Pada 24 Juni 1859, Pertempuran Solferino di Italia utara meninggalkan sekitar 40.000 tentara tewas atau terluka. Henry Dunant, pengusaha asal Jenewa yang kebetulan melintas, mengorganisasi pertolongan pertama bersama penduduk setempat dan kemudian menuliskan pengalamannya dalam buku A Memory of Solferino yang terbit pada 1862.

Gagasan Dunant diwujudkan pada 17 Februari 1863 ketika lima warga Jenewa membentuk komite yang menjadi cikal bakal Komite Internasional Palang Merah, yaitu Henry Dunant, Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Théodore Maunoir, dan Louis Appia. Pada Agustus 1864, delegasi dari belasan negara mengadopsi Konvensi Jenewa pertama dengan lambang palang merah di atas dasar putih.

Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia berdiri pada 17 September 1945, satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan. Status badan hukumnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1950, yang juga menempatkan PMI sebagai satu-satunya organisasi palang merah yang diakui pemerintah Indonesia. PMI diterima sebagai anggota ke-68 Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah pada 1950.

Kini PMI bekerja melalui 34 PMI Daerah dan lebih dari 500 PMI Cabang dengan lebih dari empat juta relawan aktif. Dasar hukum kepalangmerahan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018, sementara Konvensi Jenewa 1949 diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958.

KSR di perguruan tinggi

Korps Sukarela atau KSR adalah kesatuan relawan terlatih yang siap diterjunkan dalam operasi kemanusiaan, mulai dari tanggap darurat bencana, pelayanan kesehatan dan pos pertolongan pertama, hingga dukungan kegiatan donor darah. PMI membagi KSR menjadi dua jenis unit, yaitu KSR Unit Markas yang berpangkalan di markas PMI kota atau provinsi, dan KSR Unit Perguruan Tinggi yang berpangkalan di kampus.

Kerja sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Palang Merah Indonesia pada 1995 membuat pendirian KSR Perguruan Tinggi menjamur di Indonesia. Gelombang itulah yang membuka jalan bagi berdirinya unit KSR di lingkungan kampus Telkom.

KSR PMI Unit STT Telkom, 1997

Pada 1997, sekelompok mahasiswa STT Telkom berusaha mendirikan KSR karena kehadirannya dirasakan penting untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan di kampus. Berangkat dari motivasi tersebut, pada 23 November 1997 lahirlah KSR PMI Unit STT Telkom yang ditandai dengan sebuah upacara khidmat.

Sejak tanggal itu terbentuk kepengurusan sementara yang dikomandani Arief Wibowo. Kepengurusan tetap baru terbentuk pada 1998 di bawah Ading Fardhiansyah hingga Juni 2000, lalu berlanjut dari periode ke periode.

Perubahan nama menjadi KSR PMI Unit IT Telkom

Pada masa kepemimpinan Andriyatna Agung Kurniawan, melalui Musyawarah Anggota ke-10, disepakati bahwa nama KSR PMI Unit STT Telkom berubah menjadi KSR PMI Unit IT Telkom. Perubahan ini menyesuaikan dengan perubahan nama institusi tempat organisasi bernaung.

MRC IM Telkom

MRC IM Telkom berasal dari Institut Manajemen Telkom dan merupakan salah satu dari empat unit asal sebelum penyatuan. Tanggal pendiriannya tidak dicantumkan karena belum tersedia dalam bahan sejarah halaman ini.

KSR Politeknik Telkom, 2008

KSR Politeknik Telkom didirikan oleh tujuh mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Telkom dengan bantuan KSR Institut Teknologi Telkom. Unit ini dibentuk pada 22 April 2008 dengan komandan pertama Biyan Septyan dan langsung bekerja mengabdikan diri untuk kemanusiaan.

Beberapa saat kemudian unit ini memperoleh sekretariat yang sekaligus berfungsi sebagai ruang kesehatan kampus, sebagai modal dan apresiasi atas pengabdiannya. Dalam perkembangan, banyak mahasiswa, organisasi mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat luar yang mempercayakan KSR Politeknik Telkom sebagai tim pertolongan pertama.

KSR Politeknik Telkom juga aktif dalam kegiatan kebencanaan, baik pada kesiapsiagaan tanggap darurat maupun pelatihan bagi masyarakat luas. Unit ini pernah menerima dana hibah dari DIKTI untuk memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana di Desa Bojong Soang, desa yang sering dilanda banjir.

KSR STISI Telkom / TCIS, 2013

Pada masa ospek mahasiswa STISI Telkom tahun 2012, STISI Telkom meminta bantuan KSR PMI Unit IT Telkom dan KSR PMI Unit Politeknik Telkom sebagai tim medis. Permintaan itu muncul karena belum ada unit kemahasiswaan yang bergerak di bidang medis di STISI Telkom, dan berujung pada pembentukan unit KSR baru.

Unit tersebut dinamai TCIS, singkatan dari Telkom Creative Industries School, karena saat itu sedang berlangsung proses pembentukan Universitas Telkom dan kampus STISI Telkom akan berubah menjadi fakultas dengan nama tersebut. Setelah pertimbangan dan pembahasan panjang, disepakati nama KSR PMI Unit TCIS tanpa mengubah makna bila disebut sebagai KSR PMI Unit STISI Telkom.

Akhirnya pada 29 September 2013 lahirlah KSR PMI Unit Telkom Creative Industries School, ditandai dengan pelantikan sembilan orang anggota perintis. Terbentuknya unit ini tidak lepas dari bantuan KSR PMI Unit IT Telkom dan KSR PMI Unit Politeknik Telkom, terutama dalam Pendidikan Latihan Dasar (DIKLATSAR) perintis, Perkemahan Pelatihan Dasar (PPD) perintis, dan berbagai kegiatan lain.

Empat akar, satu unit

Sebelum penyatuan, terdapat empat unit asal: KSR STT Telkom (Institut Teknologi Telkom), MRC IM Telkom (Institut Manajemen Telkom), KSR Politeknik Telkom, dan KSR STISI Telkom (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom). Keempatnya menjadi akar pengabdian KSR PMI Unit Universitas Telkom. Nama TCIS dalam arsip merujuk pada unit dari kampus STISI Telkom, bukan unit asal kelima.

Catatan sumber