Halaman ini menelusuri dua lapis sejarah. Lapis pertama adalah kelahiran Gerakan Palang Merah dan Palang Merah Indonesia. Lapis kedua adalah perjalanan empat unit asal di lingkungan kampus Telkom sebelum penyatuan menjadi KSR PMI Unit Universitas Telkom.
Akar gerakan kemanusiaan
Pada 24 Juni 1859, Pertempuran Solferino di Italia utara meninggalkan sekitar 40.000 tentara tewas atau terluka. Henry Dunant, pengusaha asal Jenewa yang kebetulan melintas, mengorganisasi pertolongan pertama bersama penduduk setempat dan kemudian menuliskan pengalamannya dalam buku A Memory of Solferino yang terbit pada 1862.
Gagasan Dunant diwujudkan pada 17 Februari 1863 ketika lima warga Jenewa membentuk komite yang menjadi cikal bakal Komite Internasional Palang Merah, yaitu Henry Dunant, Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Théodore Maunoir, dan Louis Appia. Pada Agustus 1864, delegasi dari belasan negara mengadopsi Konvensi Jenewa pertama dengan lambang palang merah di atas dasar putih.
Palang Merah Indonesia
Palang Merah Indonesia berdiri pada 17 September 1945, satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan. Status badan hukumnya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1950, yang juga menempatkan PMI sebagai satu-satunya organisasi palang merah yang diakui pemerintah Indonesia. PMI diterima sebagai anggota ke-68 Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah pada 1950.
Kini PMI bekerja melalui 34 PMI Daerah dan lebih dari 500 PMI Cabang dengan lebih dari empat juta relawan aktif. Dasar hukum kepalangmerahan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018, sementara Konvensi Jenewa 1949 diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958.
KSR di perguruan tinggi
Korps Sukarela atau KSR adalah kesatuan relawan terlatih yang siap diterjunkan dalam operasi kemanusiaan, mulai dari tanggap darurat bencana, pelayanan kesehatan dan pos pertolongan pertama, hingga dukungan kegiatan donor darah. PMI membagi KSR menjadi dua jenis unit, yaitu KSR Unit Markas yang berpangkalan di markas PMI kota atau provinsi, dan KSR Unit Perguruan Tinggi yang berpangkalan di kampus.
Kerja sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Palang Merah Indonesia pada 1995 membuat pendirian KSR Perguruan Tinggi menjamur di Indonesia. Gelombang itulah yang membuka jalan bagi berdirinya unit KSR di lingkungan kampus Telkom.
KSR PMI Unit STT Telkom, 1997
Pada 1997, sekelompok mahasiswa STT Telkom berusaha mendirikan KSR karena kehadirannya dirasakan penting untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan di kampus. Berangkat dari motivasi tersebut, pada 23 November 1997 lahirlah KSR PMI Unit STT Telkom yang ditandai dengan sebuah upacara khidmat.
Sejak tanggal itu terbentuk kepengurusan sementara yang dikomandani Arief Wibowo. Kepengurusan tetap baru terbentuk pada 1998 di bawah Ading Fardhiansyah hingga Juni 2000, lalu berlanjut dari periode ke periode.
Perubahan nama menjadi KSR PMI Unit IT Telkom
Pada masa kepemimpinan Andriyatna Agung Kurniawan, melalui Musyawarah Anggota ke-10, disepakati bahwa nama KSR PMI Unit STT Telkom berubah menjadi KSR PMI Unit IT Telkom. Perubahan ini menyesuaikan dengan perubahan nama institusi tempat organisasi bernaung.
MRC IM Telkom
MRC IM Telkom berasal dari Institut Manajemen Telkom dan merupakan salah satu dari empat unit asal sebelum penyatuan. Tanggal pendiriannya tidak dicantumkan karena belum tersedia dalam bahan sejarah halaman ini.
KSR Politeknik Telkom, 2008
KSR Politeknik Telkom didirikan oleh tujuh mahasiswa dan mahasiswi Politeknik Telkom dengan bantuan KSR Institut Teknologi Telkom. Unit ini dibentuk pada 22 April 2008 dengan komandan pertama Biyan Septyan dan langsung bekerja mengabdikan diri untuk kemanusiaan.
Beberapa saat kemudian unit ini memperoleh sekretariat yang sekaligus berfungsi sebagai ruang kesehatan kampus, sebagai modal dan apresiasi atas pengabdiannya. Dalam perkembangan, banyak mahasiswa, organisasi mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat luar yang mempercayakan KSR Politeknik Telkom sebagai tim pertolongan pertama.
KSR Politeknik Telkom juga aktif dalam kegiatan kebencanaan, baik pada kesiapsiagaan tanggap darurat maupun pelatihan bagi masyarakat luas. Unit ini pernah menerima dana hibah dari DIKTI untuk memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana di Desa Bojong Soang, desa yang sering dilanda banjir.
KSR STISI Telkom / TCIS, 2013
Pada masa ospek mahasiswa STISI Telkom tahun 2012, STISI Telkom meminta bantuan KSR PMI Unit IT Telkom dan KSR PMI Unit Politeknik Telkom sebagai tim medis. Permintaan itu muncul karena belum ada unit kemahasiswaan yang bergerak di bidang medis di STISI Telkom, dan berujung pada pembentukan unit KSR baru.
Unit tersebut dinamai TCIS, singkatan dari Telkom Creative Industries School, karena saat itu sedang berlangsung proses pembentukan Universitas Telkom dan kampus STISI Telkom akan berubah menjadi fakultas dengan nama tersebut. Setelah pertimbangan dan pembahasan panjang, disepakati nama KSR PMI Unit TCIS tanpa mengubah makna bila disebut sebagai KSR PMI Unit STISI Telkom.
Akhirnya pada 29 September 2013 lahirlah KSR PMI Unit Telkom Creative Industries School, ditandai dengan pelantikan sembilan orang anggota perintis. Terbentuknya unit ini tidak lepas dari bantuan KSR PMI Unit IT Telkom dan KSR PMI Unit Politeknik Telkom, terutama dalam Pendidikan Latihan Dasar (DIKLATSAR) perintis, Perkemahan Pelatihan Dasar (PPD) perintis, dan berbagai kegiatan lain.
Empat akar, satu unit
Sebelum penyatuan, terdapat empat unit asal: KSR STT Telkom (Institut Teknologi Telkom), MRC IM Telkom (Institut Manajemen Telkom), KSR Politeknik Telkom, dan KSR STISI Telkom (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom). Keempatnya menjadi akar pengabdian KSR PMI Unit Universitas Telkom. Nama TCIS dalam arsip merujuk pada unit dari kampus STISI Telkom, bukan unit asal kelima.
Catatan sumber
- KSR PMI Unit Universitas Telkom — Sejarah KSR PMI Unit Universitas Telkom
- ICRC — Founding and early years of the ICRC 1863-1914
- ICRC — The ICRC 150 years of humanitarian action
- ICRC — 160 years on the side of humanity
- ICRC — History of the ICRC
- Palang Merah Indonesia — Situs resmi PMI
- PMI Provinsi DKI Jakarta — Korps Sukarela KSR
- Pemerintah Indonesia — Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan